Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila: Pelajar dan Guru Se-Magelang Raya Bersatu Memperkokoh Ideologi Bangsa
- October 11, 2025
- admin
- 0
Oleh: Tim Reporter Katanesaga
Magelang — Hotel Atria Magelang menjadi saksi penting penguatan nilai-nilai Pancasila melalui Diskusi Panel Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar pada Sabtu pagi (19/7/25). Acara ini dihadiri oleh ratusan pelajar dan guru dari berbagai SMA dan SMK se-Magelang Raya, yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan bertujuan menumbuhkan karakter kebangsaan berbasis Pancasila.
Diskusi yang berlangsung dari pukul 08.15 hingga 13.15 WIB ini dimoderatori oleh Mari Yosephine H., menghadirkan empat narasumber berkompeten dari berbagai latar belakang bidang pemerintahan, pendidikan, dan akademisi. Mereka adalah Vita Ervina S.E., M.B.A., anggota Komisi XIII DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah VI; Elvrida Herawati S.P., M.H., Direktur Evaluasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP); Sakir S.Sos., Ketua DPRD Kabupaten Magelang; serta Prof. Dr. Badrun Alaena, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga.
Acara dibuka dengan pertunjukan seni tari Gambyong yang memukau, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan penyelenggara dan tokoh yang hadir. Doa bersama juga digelar sebagai upaya memohon kelancaran dan keberkahan acara. Pada sesi utama, narasumber secara bergantian membawakan materi terkait penguatan ideologi Pancasila, penerapan empat pilar MPR RI, serta strategi pembinaan generasi muda sebagai agen perubahan di masyarakat.
Vita Ervina menekankan pentingnya peran pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang harus menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. “Kami ingin para pelajar SMA dan SMK di Magelang tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi karakter bangsa yang kuat dan bermartabat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi dengan tokoh seperti Prof. Badrun dan Ketua DPRD Sakir bertujuan untuk memperluas jangkauan program ini di tingkat daerah.
Sementara itu, Elvrida Herawati Siregar dari BPIP mengungkapkan bahwa pembumian Pancasila dilakukan dengan pendekatan yang kontekstual dan partisipatif. “Kami menggunakan berbagai metode edukasi dan sosialisasi agar pelajar tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat aktif sebagai relawan kebajikan yang membawa semangat gotong-royong di lingkungan sekolah dan rumah,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menguatkan ideologi bangsa melalui program yang berkelanjutan. Sementara Prof. Dr. Badrun Alaena menambahkan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dimana para pelajar antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengamalan Pancasila dan cara menjadi relawan kebajikan di komunitas masing-masing. Acara ditutup dengan harapan besar agar gerakan ini menjadi momentum lahirnya relawan-relawan baru yang berkomitmen mengedepankan nilai-nilai Pancasila demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga motivasi dan bekal praktis untuk menjalankan peran aktif dalam membumikan Pancasila di lingkungan sekitar, mengokohkan jati diri bangsa, serta memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.

